Email Marketing is Dead ?

Waktu Baca : 2 menit

Beberapa orang berkata bahwa saat ini adalah eranya Social Media Marketing. Setiap orang bisa saja membuat fanspage untuk menjual baju, meningkatkan like tertarget dengan fb ads, dan boommm…. Omset meroket!!!

Berkembangnya social media, terutama facebook dan twitter, tak bisa dipungkiri juga merubah kebiasaan orang online. Social Media bisa digunakan sebagai alat marketing yang viral dan masif mengingat setiap user bisa melakukan share kapan saja. Sangat praktis dan ekonomis.
Lalu bagaimana dengan email marketing, apakah sudah mati ?

Sebuah survey yang dipimpin oleh Yakub Kramer-Duffiel, seorang konsultan sosial media di Broklyn, NY menyatakan bahwa data pengguna email masih menunjukan angka yang positif. Email tetap terikat dengan pencarian sebagai aktivitas online yang paling populer dengan lebih dari 90 persen pengguna internet menggunakan email.

Jadi, tidak ada salahnya jika tetap memanfaatkan email sebagai media marketing mengingat setiap orang yang online hampir sebagian besar punya alamat email. Email marketing juga dianggap cara terbaik untuk mendekati pelanggan karena lebih bersifat personal, transaksional, serta implisit bagi bisnis.

Lalu bagaimana cara melakukan pengiriman email secara masif dan efektif?

Jika Anda mengirim email secara manual, maka jelas akan memboroskan waktu Anda. Solusi terbaik adalah dengan menggunakan autoresponder.

Autoresponder adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan alamat email pengunjung melalui web Anda, mengirimkan newsletter secara otomatis, dan mengirimkan informasi via email secara massal dan realtime.

Di dunia internet marketing internasional, dikenal beberapa layanan autoresponder seperti : aweber, getresponse, mailchimp, icontact. Sedang di lokal salah satunya dikenal dengan : viosender.com.

 

Bagaimana jika menginstal script autoresponder di hosting ? Lebih murah kan ?

Bisa saja Anda menginstal script autoresponder di hosting VPS (virtual private server) Anda sendiri. Pengiriman email melalui VPS tidak dibatasi, sehingga Anda bisa lebih leluasa.

Tetapi jika Anda mengirim email melalui shared hosting, maka akan ada batasannya. Umumnya shared hosting dibatasi maksimal 1000 pengiriman email per jam nya. Jadi ga leluasa kan ? Bisa jadi malah akun hosting Anda disuspend oleh pihak hosternya.

 

Jadi, sampai saat ini email marketing masih menjadi salah satu cara yang efektif dan efisien. Tinggal bagaimana kita mengelolanya.

Cara Merubah Domain Utama sebuah akun cPanel

Waktu Baca : 2 menit

Mungkin Anda memiliki sebuah akun cPanel dengan domain utamanya adalah domain1.com. Anda tidak ingin lagi memperpanjang domain tersebut sehingga dibiarkan expired. Apakah hal ini akan berdampak pada subdomain ? Apakah addon domainnya juga tidak akan bisa diakses lagi ?

Semua subdomain dari domain1.com tidak akan bisa diakses lagi. Tetapi hal ini tidak atau sama sekali tidak mempengaruhi addon domain dan subdomain dari addon domain tersebut. Kecuali jika addon domain tersebut menggunakan nameserver dari domain utama (misal : ns1.domain1.com dan ns2.domain1.com), maka Anda perlu mensetup ulang nameservernya.

Jadi jika Anda membiarkan domain utama expired, maka tidak perlu kuatir akan ada masalah terhadap addon domainnya. Yang bermasalah hanya pada subdomain dari domain utama tersebut.

Tapi jika Anda masih bingung dan ingin segera membuang saja domain utama tersebut dan menggantinya dengan addon domain yang masih aktif, maka ikuti terus tutorial berikut.

Anda dapat mengubah domain utama dari cPanel dengan login ke WHM >> Account Functions >> Modify an Account.

1.  Back up terlebih dahulu akun tersebut (Full backup) ke server lain.

2. Di cPanel, hapus addon domain yang ingin Anda jadikan sebagai domain utama (sebut saja addon domain tersebut adalah : domain2.com). Hal ini tidak akan menghapus subdirectory yang mengandung isi dari addon domain tersebut, jadi jangan kuatir.

3. Login WHM >> Account Functions >> Modify an Account, pilih domain yang ingin Anda buang (domain1.com), lalu klik “modify”, lalu ganti domain yang ingin dibuang dengan addon domain yang ingin dijadikan domain utama (domain2.com). Ubah juga usernamenya jika Anda menginginkannya.

WARNING!!! Sebaiknya jangan merubah nama usernamenya, karena jika diubah maka Anda harus merubah configurasi database masing-masing script yang Anda instal akibat nama database dan username database yang berubah.

4. Pindahkan isi dari subdirectory addon domain (domain2.com) tersebut ke folder public_html.

5. Ciptakan ulang semua alamat email dan user FTP yang berkaitan dengan domain2.com.

 

Tentunya itu hanya bisa dilakukan jika Anda punya akses ke WHM. Jika Anda hanya menggunakan shared hosting saja, maka Anda harus menghubungi pihak penyedia layanan hosting Anda.

Cara Mengamankan WordPress dari serangan Hacker

Waktu Baca : 3 menit

Web wordpress Anda sering kena hack ? Maka Anda wajib membaca artikel ini. Jika web wordpress Anda biarkan begitu saja tanpa optimasi security, maka dipastikan cepat atau lambat akan sangat mudah dibobol oleh hacker.

Meskipun selalu ada update terbaru dari wordpress, terkadang malah muncul bug-bug baru yang dengan cepat tersebar luas. Jadi informasi ini bisa jadi ketinggalan jika muncul celah-celah baru.

Dan gara-gara sering kehack, beberapa blogger maupun pengelola web jadi trauma. Padahal jika mereka mau tahu caranya dan mau mempratekkan, sedikit banyak hal ini akan mengurangi beban mereka.

Optimasi security memang ada 2 sisi, yaitu di sisi server dan di sisi script. Jika Anda adalah pengguna shared hosting, maka yang bisa Anda lakukan adalah di sisi script saja. Tapi Anda juga harus bisa memilih mana hosting yang securitynya bagus, karena bisa saja Anda sudah optimasi scriptnya tapi ternyata tetap saja kena hack akibat JUMPING.

Jumping / loncat maksudnya adalah  : jika ada 1 web yang berhasil dibobol, lalu ditaruh shell, maka dengan shell itu juga bisa menjebol web/akun cpanel lain dalam satu server tersebut. Untuk mengantisipasi jumping bisa dengan menggunakan fitur cageFS dari cloudlinux.

Tutorial ini tidak bisa mengamankan 100% website Anda, tapi paling tidak menutup celah-celah keamanan. Tidak ada keamanan yang sempurna dan selamanya, artinya tidak bisa sekali setting lalu dibiarkan saja karena mungkin yang sekarang dianggap aman besok sudah menjadi tidak aman lagi (bug).

Pada kasus ini kita menggunakan OS linux dengan webserver apache. Berikut ini langkah-langkah untuk optimasi keamaan wordpress Anda :

1. Lakukan full backup

Agar Anda bisa segera mengembalikan ke keadaaan semula jika terjadi error, maka lakukan full backup akun cPanel Anda. Caranya : login ke cpanel, lalu klik tombol “backup”, lalu pilih “full backup”, dan pilih “home”. Masukkan email Anda agar dapat notifikasi jika backup sudah selesai.

 

2. Instal 3 Plugins berikut dan aktifkan

– Better WP Security

– Bulletproof Security

– Automatic Updater

 

3. Tambahkan User Admin baru yang aman

a. Pada dashboard Anda, klik “Users” – “Add New”. Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil dan angka pada username dan passwordnya, masing-masing minimal 8 karakter.

b. Setelah Anda buat admin user baru, silahkan logout dari dashboard Anda. Lalu login ke dashboard lagi dengan user baru tersebut.

c. Klik “Users” – “All Users”,  pada user lama silahkan klik EDIT, lalu ubah RULE nya menjadi “no role for this site”. Lalu klik SAVE.

 

4. Setting plugin Better WP Security

a. Klik “Security” dashboard wordpress Anda, lalu klik “backup…”

b. Klik untuk mengijinkan “..Plugin to Change WordPress Core files”

c. Pilih “Secure My Site from Basic Attacks‟

d. Pada tab “Ban”, klik “Enabled default banned list

e. Pada tab “Prefix‟, pilih “Change Database Table Prefix”

f. Pada tab “Hide”, ubah login, register & admin slugs ke kata yang mudah anda ingat.

g. Pada tab “Detect”, pilih “Enable 404 Detection”, “Enable Email 404 Notifications”, Set Cek Period ke 10, Set Errorthreshold ke 7, Set Lockout period ke 1440, cek blacklist repeat offender.

Enable: File Check Detection, Enable File Change Admin Warning, Enable Email File Change Notifications, tambahkan email anda lalu klik “Save Changes”

h. Pada tab “Login”, Enable Login limits, Set Max login Attempts per host ke 5, Set Max Login Attempts perUser ke 7, Set login Time Period ke 1440, Set Lockout Time Period ke 1440, cek Blacklist Repeat Offender, SetBlacklist Threshold ke 5, tambahkan email Anda dan klik “save changes”

i. Pada tab “Tweaks”, centang semua opsi lalu klik “SAVE”.

 

5. Setting plugin Bulletproof Security

a. Klik “BPS Security” di admin panel Anda.

b. Pada tab “Secure Modes”, klik tombol “Create Secure .htaccess file”.

c. Scroll ke bawah dan aktifkan Security Modes, pilih “Bulletprof Mode” pada masing-masing ke empat mode tersebut dan klik “active”.

 

6. Ubah file permission

a. Login ke cPanel, lalu klik “File Manager”.

b. Ubah file permission .htaccess ke 0404

c. Ubah file permission wp-blog-header.php, wp-config.php, index.php menjadi 0400

d. Ubah permission folder wp-admin, wp-content, wp-includes ke 0705

 

7. Setting plugin Automatic Updater

a. Pada dashboard wordpress Anda, klik “Settings” -> “Automatic Updater”. Centang pada “Update wordpress core automaticly”, masukkan alamat email, lalu centang “show debug information in the notification email”. Klik “Save changes”.

 

Penjelasan lebih detail ada di ebook selanjutnya.

Website mulai ramai kenapa disuspend?

Waktu Baca : < 1 menit

Pertanyaan yang umum ketika kita menggunakan shared hosting, yaitu hosting tiba-tiba disuspend, padahal traffic lagi naik-naiknya. x_x

Logika sederhananya, seperti sebuah toko yang antri pengunjung, maka tidak dapat lagi melayani secara cepat kalau ukuran tokonya masih kecil. Sehingga perlu memperbesar kapasitas.

Jadi jika web Anda yang trafficnya mulai ramai dan tiba-tiba disuspend, barangkali web Anda menghabiskan banyak resources akibat penggunaan SEO booster plugins seperti STT 2, SEO ALRP dll.

Poin pembicaraa kita adalah di shared hosting. Di shared hosting tidak diijinkan bagi Anda untuk menggunakan resources secara berlebihan, melebihi batas yang ditetapkan. Jika demikian, solusi terbaik adalah dengan memindahkan web Anda ke VPS. Jika tidak kuat juga, pindahkan ke dedicated server.

Tenang…. Anda tentu harus senang ketika traffic web Anda naik bukan? dan tentunya konversinya juga naik kan? So, tidak ada salahnya Anda berinvestasi lebih untuk hosting, toh juga untuk kelancaran bisnis Anda. Yang jadi keanehan adalah ketika traffic naik tetapi konversi tidak naik. Berarti ada yang salah dengan web Anda.

Semoga mencerahkan!