Meningkatkan Kecepatan Web dengan Gzip Compression

Waktu Baca : 2 menit

Seperti yang kita tahu bahwa meningkatkan user experience ketika mengakses web / blog kita adalah sangat penting. Semakin kecil ukuran sebuah web (maksudnya adalah ukuran keseluruhan komponen di dalamnya, bukan ukuran layarnya), maka akan semakin cepat pula aksesnya.

Untuk memperkecil ukuran web, Anda perlu mengaktifkan gzip compression di server Anda. Intinya, web server Anda akan mengkompres konten web Anda sebelum dikirim ke pengunjung. Browser pengunjung kemudian akan mendekompres dan menampilkan konten asli ke pengunjung secara cepat.

Gzip compression juga mempunyai score yang bagus di Google PageSpeed and Yahoo YSlow. Jadi, pastikan Anda mengaktifkan gzip di hosting web Anda untuk meraih hasil tertinggi di kedua platform speed test di atas.

 

Cara mengecek apakah web Anda sudah ter-gzip atau belum

Silahkan buka http://www.whatsmyip.org/http-compression-test/, lalu masukkan alamat web Anda.

http://img402.imageshack.us/img402/8169/uo53.png

Pada contoh di atas adalah contoh salah satu blog saya yang masih belum saya aktifkan gzip nya.

Dan jika sudah aktif gzipnya, maka akan seperti ini tampilannya :

http://i.imgur.com/kOK2tNG.png

 

Cara mengaktifkan gzip

Jika Anda pengguna shared hosting dengan cPanel, Anda tidak perlu melakukan konfigurasi terhadap apache web server. Umumnya shared hosting sudah mengaktifkan gzip compression pada servernya, tetapi mungkin Anda harus mengaktifkannya secara manual di cPanel.

Berikut ini cara termudah untuk mengaktifkan gzip compression di cPanel Anda :

1. Login ke cPanel Anda

2. Klik Menu “Optimize Website

http://i.imgur.com/Kq8PUz5.png

3. Pilih “Compress all content” lalu klik “Update Settings” .. Selesai.

http://i.imgur.com/UTi0V2i.png

 

Anda bisa melakukan tes performa web Anda di YSlow maupun Page Speed. Anda akan menemukan score pada “Enable gzip compression”(Page Speed) / “Compress components with gzip”(YSlow) yang meningkat.

Note : Jika Anda menggunakan VPS Hosting maupun dedicated hosting yang Anda kelola sendiri, silahkan ikuti tutorial “Cara mengaktifkan Gzip Compression di WHM“.

Selamat mencoba!

Email Marketing is Dead ?

Waktu Baca : 2 menit

Beberapa orang berkata bahwa saat ini adalah eranya Social Media Marketing. Setiap orang bisa saja membuat fanspage untuk menjual baju, meningkatkan like tertarget dengan fb ads, dan boommm…. Omset meroket!!!

Berkembangnya social media, terutama facebook dan twitter, tak bisa dipungkiri juga merubah kebiasaan orang online. Social Media bisa digunakan sebagai alat marketing yang viral dan masif mengingat setiap user bisa melakukan share kapan saja. Sangat praktis dan ekonomis.
Lalu bagaimana dengan email marketing, apakah sudah mati ?

Sebuah survey yang dipimpin oleh Yakub Kramer-Duffiel, seorang konsultan sosial media di Broklyn, NY menyatakan bahwa data pengguna email masih menunjukan angka yang positif. Email tetap terikat dengan pencarian sebagai aktivitas online yang paling populer dengan lebih dari 90 persen pengguna internet menggunakan email.

Jadi, tidak ada salahnya jika tetap memanfaatkan email sebagai media marketing mengingat setiap orang yang online hampir sebagian besar punya alamat email. Email marketing juga dianggap cara terbaik untuk mendekati pelanggan karena lebih bersifat personal, transaksional, serta implisit bagi bisnis.

Lalu bagaimana cara melakukan pengiriman email secara masif dan efektif?

Jika Anda mengirim email secara manual, maka jelas akan memboroskan waktu Anda. Solusi terbaik adalah dengan menggunakan autoresponder.

Autoresponder adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan alamat email pengunjung melalui web Anda, mengirimkan newsletter secara otomatis, dan mengirimkan informasi via email secara massal dan realtime.

Di dunia internet marketing internasional, dikenal beberapa layanan autoresponder seperti : aweber, getresponse, mailchimp, icontact. Sedang di lokal salah satunya dikenal dengan : viosender.com.

 

Bagaimana jika menginstal script autoresponder di hosting ? Lebih murah kan ?

Bisa saja Anda menginstal script autoresponder di hosting VPS (virtual private server) Anda sendiri. Pengiriman email melalui VPS tidak dibatasi, sehingga Anda bisa lebih leluasa.

Tetapi jika Anda mengirim email melalui shared hosting, maka akan ada batasannya. Umumnya shared hosting dibatasi maksimal 1000 pengiriman email per jam nya. Jadi ga leluasa kan ? Bisa jadi malah akun hosting Anda disuspend oleh pihak hosternya.

 

Jadi, sampai saat ini email marketing masih menjadi salah satu cara yang efektif dan efisien. Tinggal bagaimana kita mengelolanya.

Arti “Error 554” Pada Pengiriman Email

Waktu Baca : < 1 menit

Mungkin ketika Anda mengirim email, tiba-tiba beberapa saat kemudian dapat email yang menerangkan bahwa pengiriman email Anda ke alamat yang Anda tuju telah ditolak.

Alasan ditolak sangat bervariasi.  Umumnya “error 554” yang terjadi seperti di bawah ini :

1. Pesan ditolak karena mengandung virus atau dicurigai SPAM.

Mungkin file yang Anda kirim dalam email telah terinfeksi virus. Anda bisa mencobanya lagi dengan mengganti isi pesan dan mengirimnya kembali.

2. Pesan ditolak karena SPF Policy

Domain yang Anda gunakan untuk mengirim email belum dicentang Sender Policy Framework (SPF) pada hostingnya. Kontak admin hoster Anda apakah SPF sudah diaktifkan apa belum.

Jika Anda mengalami error 554 selain di atas, silahkan kontak admin hosting Anda.