Cara Mengatasi Tidak Bisa Ping atau RTO (Request Timed Out) Pada Windows

Waktu Baca : 2 menit

Hari ini saya mencoba untuk menghubungkan 2 komputer windows dalam 1 jaringan yang sama. Keduanya sudah bisa terkoneksi ke internet, tetapi saat ping dari komputer 1 ke komputer 2 dan sebaliknya, hasilnya RTO. Wah, ada apa ini ya? Apa routernya yang bermasalah ?

Ping adalah perintah pada terminal yang digunakan untuk menguji konektivitas sebuah komputer ke jaringannya. Ping menggunakan protokol ICMP, dimana protokol ini mengirimkan request dan balasan berupa pesan. Biasanya pesan yang di tampilkan jika komputer terhubung dengan baik adalah reply from, beserta informasi waktu dan atribut lainnya.

Apa jadinya jika ping ini tidak menampilkan hasil yang diinginkan yaitu reply tetapi malah RTO ?

Biasanya hal ini terjadi karena settingan firewall pada masing-masing komputer yang masih aktif.

Berikut langkah-langkahnya :

Cara Pertama : Matikan Firewall
buka cmd lalu ketik firewall.cpl

Cukup seperti itu saja maka komputer akan bisa saling bisa ping.

Namun, cara yang pertama ini sebenarnya kurang tepat, karena firewall itu sesungguhnya dibuat untuk di pakai, bukan di matikan.

Cara Kedua : Beri Ijin pada Firewall Rule
Dengan memberikan ijin pada rule firewall yang membuat ping tersebut di tolak atau drop. Buka cmd lagi ketik wf maka akan muncul jendela Windows Firewall with Advanced Security lalu pilih bagian inbound (maksud inbound adalah rule untuk paket yang masuk kedalam komputer)

Cari rule yang mengatur icmp lalu berikan akses allow.

Cara kedua ini lebih aman, ketimbang mematikan seluruh fungsi firewall yang ada.

Perbedaan IIX dan OpenIXP

Waktu Baca : < 1 menit

Banyak penjual jasa hosting di Indonesia yang menggunakan kalimat “Hosting IIX Unlimited”, tapi jarang yang menggunakan kalimat “Hosting OpenIXP Unlimited”. Mungkin IIX lebih familier dibanding OpenIXP.

Nah, sebenarnya apa sih perbedaannya ?

IIX adalah singkatan dari  Indonesia Internet eXchange. Sedang OpenIXP adalah singkatan dari Open Internet eXchange Point.

IIX atau OpenIXP terdiri dari beberapa ISPs (Internet Service Provider) di seluruh Indonesia. Mereka saling “exchange” atau bertukar traffic antar satu dengan yang lainnya. Mereka tidak membayar satu sama lainnya ketika bertukar ini, jadi bisa dikatakan bahwa itu adalah “free” atau “unlimited” traffic. Misal, pengunjung menggunakan ISP X membuka web di ISP Y, maka mereka tidak membayar apapun dalam proses akses data tersebut.

IIX dijalankan oleh organisasi bernama APJII. Sedangkan OpenIXP dijalankan oleh perusahaan datacenter yang bernama IDC (Indonesia Data Center).

Di berbagai kota di Indonesia juga ada exchange seperti itu. Misalnya di Surabaya ada yang namanya ODIX yang dijalankan oleh Omadata DataCenter dengan singkatannya OmaData Internet eXchange.

Beberapa ISP yang sudah kita kenal luas seperti speedy, mereka menggunakan OpenIXP dan IIX. Sehingga ketika mengakses situs yang hanya menggunakan jaringan IIX saja, maka tetap bisa dibuka dengan lancar.

Nah, yang jadi masalah adalah ketika ada beberapa ISP lokal tertentu yang hanya menggunakan OpenIXP. Ketika mereka mengakses situs yang ada di IIX, maka biasanya tidak lancar. Kalau diping akan muncul RTO.

 

Mengatasi Folder /var/tmp Yang Sering Penuh

Waktu Baca : 2 menit

Anda yang menggunakan VPS pernahkah mengalami folder /var/tmp yang sering penuh ? 97% Full dan setelah itu web anda tidak bisa diakses. Dan meskipun Anda restart VPSnya, tapi tetap RTO (seperti tidak running). Tapi setelah ditunggu beberapa jam baru jalan lagi.

Sebelum tidak bisa diakses biasanya akan dapat beberapa email yang memberitahukan bahwa folder var/tmp penuh seperti di bawah ini :

http://oi41.tinypic.com/4sgw44.jpg

Dari contoh di atas terlihat bahwa total ukuran folder /var/tmp hanya 0,57 GB  atau sekitar 512 Mega. Itu adalah ukuran DEFAULT dari cPanel.

Agar tidak sering kepenuhan, sebaiknya naikkan ukuran folder /var/tmp menjadi 2 GB atau lebih dan jalankan script yang secara otomatis menghapus file-file di folder tmp yang sudah tidak digunakan lagi secara periodik. Berikut ini caranya :

1. Login ke SSH root

2. Ketik perintah : nano /scripts/securetmp

Lalu cari baris ini : my $tmpdsksize = 512000; # Must be larger than 250000

Ganti baris tersebut dengan : my $tmpdsksize = 2097152; # Must be larger than 250000

Lalu klik CTRL + X, lalu pilih Y dan enter

 

3. Untuk mengubah ukuran partisi /tmp, silahkan ketik perintah berikut :

umount -l /tmp
umount -l /var/tmp
rm -fv /usr/tmpDSK
/scripts/securetmp

 

4. Instal “tmpwatch” yang secara otomatis mengosongkan isi folder /var/tmp sekali dalam sehari.

– Instal tmpwatch : yum install tmpwatch

– Masukkan di crontab agar script itu bisa jalan otomatis :

Ketik : crontab -e

Lalu masukkan di baris paling bawah : 0 * * * * /usr/sbin/tmpwatch –mtime –all 24 /tmp

Klik CTRL + X,  lalu Y

Cron tab tersebut akan dijalankan setiap jam dan akan menghapus file-file di folder tmp yang tidak digunakan selama 24 jam terakhir.

 

Anda bisa membaca lebih detailnya di sini.

Selamat mencoba!