Cara Instal WordPress di cPanel dengan Softaculous

Waktu Baca : 2 menit

Masih banyak orang yang belum tahu softaculous. Mungkin lebih banyak yang tahu fantastico. Keduanya adalah sama-sama software autoinstaller yang ada di cPanel hosting.

Menginstal wordpress dengan softaculous jauh lebih mudah. Berikut langkah-langkahnya :

1. Login ke cPanel hosting Anda, lalu klik icon “Softaculous”

http://i.imgur.com/XSWZB1y.png

 

2. Lalu arahkan cursor pada WordPress, dan klik tombol “Install”

http://i.imgur.com/QVFb2l7.png

 

3. Ikuti petunjuk pengisian di bawah ini :

Pada kolom “choose domain”, pilih domain yang akan diinstal wordpress.

Pada kolom “In Directory”, hapus tulisan “wp” jika Anda ingin menginstal wordpress di domain utama. Jadi kosongkan saja kolom itu.

Pada kolom “Database Name”, biarkan saja tertulis seperti itu.

http://i.imgur.com/5HtOIZJ.png

http://i.imgur.com/StVSkb1.png

http://i.imgur.com/fSag6Ni.png

4. Selesai

Setelah itu, Anda bisa login wordpress dan mengoptimasi keamanannya. Silahkan baca di sini untuk mengoptimasi keamanan wordpress Anda.

 

Selamat mencoba!

Modus Hack Website Dengan Menyamar Sebagai CS Hosting

Waktu Baca : < 1 menit

Seorang klien menceritakan bahwa ada orang yang mengaku sebagai CS klikhost dengan menggunakan YM (Yahoo Messenger) yang tidak seperti biasanya. Perlu diketahui bahwa kami hanya menggunakan 2 YM saja, yaitu : adabisnis3 dan klik.host. Di luar kedua YM tersebut bukanlah dari kami.

Berikut transkrip chat YM antara pelaku (menggunakan YM genthonx666) dan klien (dicoret dengan warna merah untuk privasi) :
http://i.imgur.com/NiztX9O.png

Script yang dimaksud adalah script SHELL yang biasa digunakan di dunia hacking/hacker.

Secara logika, jika memang perlu upload file, maka CS klikhost bisa langsung mengupload file tersebut ke hosting klien. Jadi tidak perlu menyuruh klien untuk mengupload file sendiri. Dari sini jelas ketahuan kalau yang mengaku CS tersebut adalah bukan CS yang sebenarnya.

Dan jika Anda adalah klien kami dan mendapati ada pihak lain yang menghubungi Anda dengan mengaku sebagai CS klikhost dan meminta transfer di luar rekening yang tertera di www.klikhost.com/byr, silahkan segera hubungi kami via HP 085755987055.

Konfirmasikanlah segala hal yang janggal dengan kami. Kami siap membantu Anda kapan saja.

Harap waspada terhadap segala bentuk percobaan penipuan!

Cara Mudah Memindahkan Akun Email ke cPanel Hosting Lain

Waktu Baca : < 1 menit

Dalam kasusnya misalnya Anda ingin memindahkan sebuah akun cPanel dari hosting lama ke hosting baru, maka tinggal full backup dan lakukan restore sudah selesai.

Tapi jika Anda ingin memindahkan akun-akun email sebuah domain di akun cPanel A (sebagai domain utama maupun addon) ke akun cPanel B (beda server, sebagai domain utama maupun addon domain), maka harus dilakukan secara manual.  Dalam hal ini Anda menggunakan shared hosting.

Saya akan menggunakan istilah HOSTING A dan HOSTING B pada artikel ini. Berikut ini pengertiannya :

HOSTING LAMA : hosting dimana akun email yang akan Anda pindahkan sedang berada.

HOSTING BARU : hosting dimana Anda ingin memindahkan akun email di HOSTING LAMA ke sini.
Berikut ini langkah-langkahnya :

1. Buat akun email baru di HOSTING BARU dengan alamat dan password yang sama seperti di HOSTING LAMA.

2. Login ke cPanel HOSTING LAMA, lalu masuk ke FILE MANAGER. Pada /home/username, carilah folder mail/domain.com/akunemail. Di sini Anda akan melihat beberapa file dan folder. Tapi yang perlu Anda pindahkan hanyalah 2 folder, yaitu “new” dan “cur”

Kompres kedua file ini, lalu download atau transfer langsung ke HOSTING BARU. Taruh di folder email yang Anda buat di langkah nomer 1 tadi.

3. Coba buka akun email tersebut di HOSTING BARU.

Umumnya akun email baru tersebut baru bisa menerima email setelah 24 jam name server domain Anda ubah.

Masalah : Biasanya akan terjadi masalah di kuota email. Sabarlah, umumnya akan cepat kembali seperti semula.

 

Selamat mencoba!

Cara Mengatasi Masalah “Internal Server Error”

Waktu Baca : 2 menit

Pagi-pagi sewaktu buka web Anda, tiba-tiba Anda mendapatkan pesan seperti di bawah ini :

Internal Server Error

The server encountered an internal error or misconfiguration and was unable to complete your request.

Please contact the server administrator, webmaster@******.com and inform them of the time the error occurred, and anything you might have done that may have caused the error.

More information about this error may be available in the server error log.

Additionally, a 500 Internal Server Error error was encountered while trying to use an ErrorDocument to handle the request.

Apaan ini yah ?

Jangan panik. Masalah seperti ini memang terkadang terjadi. Mari kita cari tahu apa sebenarnya yang terjadi.

Ada 5 macam kesalahan yang biasa muncul :

1. Error 400 : Error ini disebabkan karena kesalahan syntax

2. Error 401 : Error ini disebabkan karena file yang Anda request memerlukan authentication

3. Error 403 : Error ini disebabkan karena permission file /chmod yang Anda buka tidak bisa dibaca

4. Error 404 : Error ini disebabkan karena file / halaman web yang Anda buka tidak ditemukan

5. Error 500 : Error ini mengindikasikan bahwa terjadi masalah pada server. Sebagian besar disebabkan karena kesalahan penulisan pada .htaccess ataupun konfigurasi PHP (versi php dan ekstensionnya) yang tidak cocok dengan scriptnya.

 

Jika Error 500 terjadi pada web Anda, maka lakukan langkah-langkah berikut ini untuk menganalisa dan memperbaikinya :

1. Refresh website Anda

Cobalah tekan tombol F5 beberapa kali. Jika kadang tidak error, kemungkinan besar itu karena website Anda menggunakan resource CPU atau RAM melebihi limit yang ditentukan oleh hoster Anda, sehingga server akan memproteksi resource agar tidak mengganggu pelanggan lain. Hal ini biasa terjadi pada hosting dengan CloudLinux.

 

2. Cek permission file

Pastikan permission untuk file adalah maksimal adalah 644 dan untuk direktori/folder adalah 755. Anda tidak perlu melakukan CHMOD ke 777 agar suatu direktori atau file bisa dimanipulasi (diisi file, edit, upload dll) karena jika hosting Anda menggunakan suExec, maka Anda bisa melakukan operasi file tersebut tanpa harus merubah permission ke 777 yang bisa mengurangi tingkat keamanan website.

 

3. Cek File .htaccess

Kesalahan pada konfigurasi .htaccess juga bisa menyebabkan internal server error. Cara mengeceknya adalah dengan mengubah nama file .htaccess yang ada di directory public_html menjadi, misalnya : htaccess.txt, lau coba buka kembali website Anda. Jika sudah normal, berarti konfigurasi .htaccessnya bermasalah. Tetapi jika tetap error, berarti bukan karena file .htaccess tersebut.

 

4. Cek file error_log

Jika ketiga hal di atas ternyata tidak menyelesaikan masalah, coba buka file error_log yang ada di folder public_html. Jika misalnya muncul error seperti di bawah ini :

[06-Mar-2013 18:00:27 UTC] PHP Fatal error:  Out of memory (allocated 262144) (tried to allocate 261900 bytes) in Unknown on line 0
[06-Mar-2013 18:01:57 UTC] PHP Fatal error:  Out of memory (allocated 262144) (tried to allocate 261900 bytes) in Unknown on line 0

Itu artinya adalah script php Anda membutuhkan resources RAM melebihi batas limit yang ditentukan oleh provider hosting Anda, sehingga muncul pesan error 500. Hal ini biasa terjadi pada hosting dengan OS CloudLinux.

 

5. Jika langkah 1-4 tidak mengatasi, maka kemungkinan besar karena konfigurasi PHP pada servernya

Hal ini sering terjadi jika Anda pindah dari shared hosting ke VPS yang menggunakan cPanel… Anda harus lakukan tweaking cPanel dan konfigurasi ulang apachenya dengan menggunakan easyapache. Sesuaikan versi php dan ekstensi phpnya seperti pada hosting sebelumnya.

Jika Anda masih tetap tidak bisa menyelesaikan masalah ini, segera hubungi support hosting Anda.