Menggunakan Perintah Screen di Linux

Waktu Baca : < 1 menit

Pernah mengalami ketika kita instal cPanel di Centos, lalu koneksi terputus dan terpaksa harus mengulang dari awal? atau mungkin secara tidak sengaja Anda menutup jendela / window SSH ?

Nah, ada sebuah tools di linux yang bernama “screen” yang berguna untuk tetap melanjutkan progress / perintah yang sedang kita kerjakan sekalipun koneksi kita via SSH terputus (bisa karena Internet tidak stabil atau apapun yang dapat memutus sambungan SSH kita).

Persiapan

  • Software SSH, disini saya menggunakan PuTTy. Bisa didownload disini.
  • Server (bisa VPS atau Dedicated) yang memiliki OS Linux (disini saya menggunakan CentOS dan Ubuntu).

Tutorial

Pertama-tama buatlah koneksi SSH ke server / VPS anda. Pastikan server anda telah terinstall tools screen agar dapat menjalankan perintah-perintah dibawah.

Apabila belum terinstall, anda dapat menginstall screen dengan cara sebagai berikut :

Untuk CentOS:

yum install screen

Untuk Ubuntu:

apt-get install screen

Untuk memulai screen, anda dapat menjalankan perintah (Untuk CentOS dan Ubuntu):

screen

Apabila anda ingin memberikan nama dari screen yang anda buat, gunakan perintah:

screen -R namascreen

Untuk keluar dari screen , tekan tombol “CTRL+a” kemudian tombol “d”.

 

Untuk melihat screen yang aktif:

screen -list

atau

screen -ls

Untuk kembali ke screen yang telah dibuat (ingat -r berbeda dengan -R):

screen -r namascreen

Beberapa perintah lain di screen:

CTRL + a + n = Untuk melihat jendela screen selanjutnya.
CTRL + a + p = Untuk melihat jendela screen sebelumnya.
CTRL + a + c = Untuk membuat jendela screen baru.

Semoga bermanfaat!

Cara Mengatasi Error 406 Not Acceptable

Waktu Baca : 3 menit

Mungkin Anda sedang mengalami error 406 Not Acceptable ?

Apa itu Error 406 Not Acceptable ?

Error 406 Not Acceptable merupakan status error yang umumnya terjadi karena dua hal, yaitu header server dan pengaturan dari mod security. Anda pasti dibuat bingung dengan keterangan tersebut, apalagi Anda seorang pengguna biasa. Anda tidak tau apa yang terjadi, kerusakan apa yang sedang dialami, dan bagaimana cara mengatasinya.

Ketika klien atau browser web atau pemilik suatu blog ingin memuat suatu halaman web, maka pemilik atau pengguna tetap web tersebut perlu mendapatkan alamat IP dari server. Dalam memenuhi tujuan ini, maka pengguna web tersebut akan melakukan pencarian Domain Name Server atau disingkat DNS yaitu server yang akan digunakan untuk mengetahui IP Address dari suatu host melalui host name-nya. Karena dalam dunia internet sendiri komputer berkomunikasi dengan mengenali IP Address masing-masing.

DNS pun dapat menerjemahkan domain.com ke alamat IP dan setelahnya DNS akan mengembalikan beberapa IP address, dimana IP address yang pertama akan membuat koneksi TCP Socket ke port 80 atau 443 ke alamat IP tersebut. Setelah koneksi tersebut berhasil, berikutnya akan tertulis data HTTP server.

Tergantung pada footer yang diterima, ia mungkin akan menunjukkan bahwa ia tidak dapat mengirim data dalam belum format apa pun yang dalam receive header dengan  mengembalikan kode status 406 atau seperti yang kita tahu sebagai error 406 not acceptable.

Namun pada nyatanya kerusakan pada hal ini sangatlah jarang terjadi, Karena header dapat menerima segala bentuk permintaan yang memiliki tanda garis miring pada kolom receive header.

Header Accept

Biasanya pengguna tetap suatu web akan memberi sinyal agar jenis konten yang ingin diterima, dengan  menentukan daftar prioritas sebagai upaya terakhir. Sebagai contoh, saat pengguna mengirimkan permintaan dengan tag img di html, hal ini akan memberikan sinyal kepada server bahwa pengguna  menginginkan gambar berada di tempat pertama.

Header accept biasanya berbagai jenis yaitu accept-encoding, accept-charset, accept-range, accept-language, dan lain lain, yang nantinya akan menentukan karakteristik data yang mereka terima. Misalnya, sebuah browser web mungkin hanya dapat memproses file dalam bentuk HTML atau GIF, ketika  server web tidak bisa  mengembalikan data yang diminta  dalam format  yang dapat dimengerti oleh pengguna pada bentuk apapun, maka browser web tersebut  akan menampilkan kode kesalahan error 406 not acceptable.

Server web tidak mengetahui suatu ekstensi permintaan

Kemudian jika server web tidak mengetahui suatu ekstensi permintaan, seperti mencoba untuk mencari suatu aplikasi lain yang sudah di-instal didalamnya untuk melihat apakah aplikasi tersebut dapat melayani file atau tidak. Jika didalamnya tidak terdapat aplikasi yang dapat melayani file yang Anda coba, maka server akan mengembalikan kembali file dengan kode error 406 not acceptable.

Jenis MIME dari suatu file yang diminta

Selain itu, Server juga akan mengembalikan kode 406 ketika server tidak yakin tentang jenis MIME dari suatu file yang diminta. Hal ini dapat sangat berguna karena hal ini dapat mencegah bocornya informasi sensitif yang biasanya selalu disimpan pada ekstensi file eksotis seperti .ini, .kdb, .pass, dan lain sebagainya.

Pengaturan pada Mod_security settings

Selain header server, penyebab kerusakan 406 not acceptable dapat terjadi karena masalah pengaturan pada Mod_security settings yaitu ketika aturan mod_security diaktifkan pada server Apache.

mod_security untuk melindungi suatu aplikasi web dari serangan umum seperti XSS atau SQL InjectionsMod_security pun terus melakukan pemindaian pada  server,  permintaan masuk dan juga respons keluar untuk segala bentuk pelanggaran aturan yang telah ditetapkan. Jika tindakan yang melanggar aturan yang telah ditetapkan dalam mod_security terjadi, yaitu beberapa pelanggaran yang disebabkan oleh situs, halaman, ataupun fungsi, maka server akan mengirimkan kode  kesalahan error 406 not acceptable.

 

Cara Mengatasi Error 406 Not Acceptable

Menonaktifkan mod_security

Anda dapat menonaktifkan mod_security untuk setiap domain secara individual atau juga Anda dapat menonaktifkan aturan tertentu pada mod_security dan hak tersebut akan membantu untuk memperbaiki kesalahan.

Untuk hosting dengan cPanel, Anda dapat dengan mudah menonaktifkan dengan cara klik menu Mod Security, lalu pilih tombol OFF pada domain yang ingin Anda nonaktifkan Mod Securitynya.

Namun Jika Anda ingin menonaktifkan aturan tertentu atau misalkan akun hosting Anda tidak disertai dengan opsi untuk menonaktifkan / mengaktifkan mod_security, maka Anda perlu menghubungi tim dukungan hosting Anda.