Solid-State Drive (SSD)

By Purba KuncaraNo Comments

Kalau Anda mengikuti perkembangan teknologi IT, pasti sudah tahu dengan istilah SSD atau Solid-State Drive. Teknologi ini sebenarnya sudah ada dari tahun 60’an, tapi karena biaya yang mahal untuk produksinya, maka lebih populer harddisk biasa (HDD) yang jauh lebih murah dengan kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Bahkan hingga saat ini, harga SSD rata-rata masih 10x harga harddisk biasa dengan kapasitas yang sama.

Berbeda dengan HDD atau harddisk biasa yang menggunakan plat magnetis yang berputar, SSD adalah menggunakan semikonduktor. Sehingga pada SSD tidak ada bagian atau komponen yang berputar. Dan berbeda dengan volatile memory (misanya Random Access Memory / RAM), data yang tersimpan pada SSD tidak akan hilang meskipun daya listrik sudah tidak ada.

http://i0.wp.com/3.bp.blogspot.com/_M5zsHFbBbXI/TQUE3X63ozI/AAAAAAAAAGk/XzKQmjBCUw0/s1600/samsung-64gb-ssd.jpg?w=640

Dari sifatnya, SSD dapat dibagi menjadi dua, yaitu berbasis flash dan berbasis DRAM (Dynamic Random Access Memory). SSD berbasis flash misalnya : Flash Disk, Secure Digital (SD Card), Micro SD Card, Multi Media Card (MMC) dan Compact Flash (CF). Untuk SSD dengan ukuran fisik sebesar hard-disk konvensional, yaitu ukuran 1,8 inci dan 2,5 inci dengan kapasitas hingga di atas 128 GB, sudah populer sejak tahun 2008 dengan harganya yang makin terjangkau, meski sampai saat ini masih tetap tinggi.

SSD berbasis flash memanfaatkan sejumlah kecil DRAM untuk cache yang dipakai untuk menyimpan informasi tentang penempatan blok data serta informasi wear levelling (sebuah teknik untuk memperpanjang usia pemakaian memori berbasis flash). Sementara pada SSD dengan kinerja tinggi biasanya juga dilengkapi dengan penyimpanan daya listrik sementara (energy storage). Komponen ini umumnya disusun dari rangkaian kapasitor atau baterai yang berfungsi untuk memindahkan data dari cache SSD ke flash memory saat komputer dimatikan/ mati mendadak (jika berbasis kapasitor) atau untuk menyimpan data sementara dalam cache (jika menggunakan baterai).

Keunggulan SSD dibandingkan dengan HDD Konvensional

1. Booting lebih cepat (30-75% dari HDD)
2. Pencarian file lebih cepat
3. Transfer data lebih cepat hingga 2x
4. Menggunakan port yang sama dengan HDD (SATA I, II, III)
5. Hemat listrik hingga 90% sehingga bisa memperpanjang usia baterai leptop maupun menghemat listrik PLN
6. Tahan goncangan dan tidak panas
7. Menjadikan kinerja komputer jauh lebih cepat untuk multitasking (edit video, games dlsb)
8. Ringan
9. Tidak bising karena tidak ada komponen yang bergerak
10. Tidak perlu defragmenting/menata file

Dengan segala keunggulan ini, maka SSD menjadi pilihan untuk penyimpanan di masa depan. Jika harga SSD sudah jauh lebih murah dari harga HDD, secara alamiah HDD akan menghilang dari pasaran dan hanya menjadi catatan sejarah untuk anak cucu.

Eits, jangan senang dulu… karena SSD juga punya kekurangan dibanding HDD.

 

Terus kelemahannya apa ?

Sebelum memutuskan untuk membeli SSD, ada baiknya Anda baca dulu kelemahannya :

1. Harga mahal hingga 10x harga HDD dengan kapasitas yang sama

2. Kapasitasnya yang ada saat ini masih kecil

3. Sensitif terhadap listrik. Jadi pastikan jangan sering mati listriknya atau gunakan UPS.

 

Cara Penggunaan SSD yang benar :

1. Gunakan SSD sebagai “RUNNER” media booting, tempat program dan semua applikasi /games yang berjalan.
2. Jangan gunakan SSD sebagai “STORAGE” data, seperti : film, musik, penyimpanan game dan gambar-gambar.

3. Jangan menggunakan RAID, terutama untuk SSD yang mempunyai fitur TRIM, karena dengan RAID otomatis fitur TRIM tidak akan jalan, dan sampah di SSD tidak akan terbuang sehingga performa dan kinerja SSD akan melambat. Selain itu, SSD memang tidak cocok jika di RAID, karena kalau listrik tiba-tiba mati, maka akan terjadi total lose data.

4. Manfaatkan SSD sebagai media BACA (read), bukan TULIS karena yang memperpendek umur SSD adalah proses menulis dan menimpa data.

Dari ketiga hal di atas, maka Anda cukup perlu membeli 1 buah SSD saja untuk mempercepat kinerja komputer maupun server (RUNNER). Dan juga Anda harus membeli Harddisk (HDD) dengan kapasitas yang besar sebagai media penyimpanan (STORAGE).

 

Perlakuan untuk  SSD

1. Jika untuk PC, pastikan aliran listrik jangan sering mati. Gunakan UPS.

2. Jangan melakukan defragment pada SSD karena akan mempercepat umur SSD dengan baca dan tulis.

3. Jangan menaruh file yang terus diupdate tiap waktu karena akan memperpendek umur SSD.

 

Penggunaan SSD pada industri hosting

Pada server, SSD dapat digunakan sebagai FLASHCACHE. Ini adalah teknologi yang dikembangkan oleh facebook yang secara signifikan dapat meningkatkan operasi MySQL.

Flashcache meningkatkan kemampuan baca/tulis MySQL sehingga meningkatkan kecepatan secara eksponensial. Sehingga ini akan membuat query MySQL lebih cepat dan meningkatkan loading time database.

Apakah penggunaan SSD sebagai storage akan menurunkan load CPU ? Hal ini perlu analisa terlebih dahulu. Jika memang load CPU tinggi akibat MySQL yang besar, maka Anda harus upgrade CPU Anda.  Tetapi jika IO wait sudah tinggi, maka Anda bisa mencoba untuk mengganti SSD.  Kalau soal load web, gunakan litespeed maupun nginx. Tetapi sebenarnya lebih cocok hal itu jika menggunakan SAS disc dengan raid 0 atau 10 ke atas karena kecepatan bacanya sudah lumayan tinggi.

 

Adakah webhosting di Indonesia yang sudah menggunakan FLASHCACHE ?

Memang masih jarang. Tetapi kami sudah beberapa bulan yang lalu menggunakannya untuk meningkatkan performa shared hosting kami. Silahkan lihat paketnya di sini.

 

Sumber :

1. wikipedia

2. http://berdbord.blogspot.com/2012/05/solid-state-drive-ssd-vs-harddisk-hdd.html

Telah dibaca :26562
Blog

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KLIKHOST (c) 2010 - 2013
%d bloggers like this:




Best view on mozilla firefox